Telah diterangkan dalam al quran bahwa bangsa Malaikat dan Jin dapat
bergerak atau berpindah tempat dengan sangat cepat, bahkam banyak
diantaranya yang mampu berpindah tempat atau membawa sesuatu benda berat
dengan hanya kedipan mata, apa yang dimilki oleh golongan Malaikat dan
bangsa Jin, itu karena kecepatan mereka di atas kecepatan cahaya,
benarkah kemampuan mereka diatas kecepatan cahaya?
Kecepatan cahaya Adalah kecepatan tercepat yang diyakini bisa dicapai
oleh sebuah benda di alam semesta ini, Kecepatan cahaya dalam sebuah
vakum adalah 299.792.458 meter per detik (m/s) atau 1.079.252.848,8
kilometer per jam (km/h) atau 186.282.4 mil per detik (mil/s) atau
670.616.629,38 mil per jam (mil/h). Kecepatan cahaya ditandai dengan
huruf c, yang berasal dari bahasa Latin celeritas yang berarti
“kecepatan”, dan juga dikenal sebagai konstanta Einstein. Kecepatan
cahaya sampai saat ini masih diakui sebagi kecepatan yang paling
tercepat dari kemampuan bergerak suatu benda apapun.
Lalu pertanyaannya adalah apakah ada kemungkinan manusia mampu bergerak setara dengan kecepatan cahaya?
Ketika seorang pilot pesawat tempur menambah percepatan pesawat
secara tiba-tiba dengan kecepatan yang tinggi maka mendadak pilot akan
kehilangan kesadaran (black out). Penjelasannya biasanya dikarenakan
dalam keadaan tersebut jantung pilot tidak cukup kuat untuk memompa
darah ke kepala. Jika percepatan semakin dinaikan secara tiba-tiba, maka
akan terasa tekanan yang hebat di dada. Seakan sang pilot terpaku
kuat-kuat di kursinya. Tekanan itu juga akan berakibat tangan susah di
gerakan, mulut mengaga lebar, mata melotot, seolah mau meloncat keluar
dari kelopak dan darah mengalir dalam tubuh menolak naik ke otak.
Perlahan kesadaran habis dan mungkin dalam tempo beberapa menit sang
pilot akan mengalami kematian. Keadaan ini terjadi jika dilakukan
penambahan percepatan pesawat dengan kecepatan yang sangat tinggi dan
dalam waktu singkat atau tanpa dilakukan secara bertahap. Karena secara
realitas itulah yang akan manusia alami jika mengalami percepatan untuk
mencapai kecepatan yang mendekati kecepatan cahaya. Apalagi jika
dilakukan tanpa adanya tahapan. Karena pada dasarnya keberadaan fisik
kita ini, terletak pada medan gravitasi bumi dengan nilai tertentu.
Objek padat(manusia) akan mengalami pertambahan berat jika menjelajah
semakin cepat.
Sampai saat ini dipercaya bahwa objek bermassa yang dapat bergerak
setara dengan kecepatan cahaya. Lalu adakah manusia yang pernah
merasakan gerakan dalam kecepatan cahaya?
Keajaiban Isra dan Miraj
Allah Swt berfirman di dalam Alquran Surah Al-Israa’ ayat 1: “Maha
suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari
Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya
agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda–tanda (kebesaran)
Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Allah SWT memberikan keistimewaan pada Nabi Muhammad s.a.w. dalam
perjalanan Isra’ Mi’raj berupa perjalanan yang sangat jauh tapi dapat
ditempuh dengan waktu yang relatif pendek. Dicapai dengan kecepatan yang
sangat cepat, bahkan bisa jadi lebih cepat berlipat-lipat dari
kecepatan cahaya.
Dari ayat tersebut tampak jelas bahwa perjalanan luar biasa itu bukan
kehendak dari Rasulullah Saw sendiri, tapi merupakan kehendak Allah
Swt. Untuk keperluan itu Allah mengutus malaikat Jibril as (makhluk di
langit 9) beserta malaikat lainnya sebagai pemandu perjalanan suci
tersebut. Dipilihnya malaikat sebagai pengiring perjalanan Rasulullah
Saw dimaksudkan untuk mempermudah perjalanan melintasi ruang waktu.
Selain Jibril as dan kawan-kawan, dihadirkan juga kendaraan khusus
bernama Buraq, makhluk berbadan cahaya dari alam malakut. Nama Buraq
berasal dari kata barqun yang berarti kilat. Perjalanan dari kota Makkah
ke Palestina berkendaraan Buraq tersebut ditempuh dengan kecepatan
cahaya, sekitar 300.000 kilo meter per detik.
Nabi Muhammad s.a.w. adalah manusia pilihan Allah SWT yang telah
diperlihatkan keadaan surga dan neraka pada peristiwa itu. Jika Nabi
s.a.w. mengalami peristiwa luar biasa itu,
apakah kita manusia biasa memungkinkan untuk itu? Seandainya badan
bermateri padat seperti tubuh kita dipaksakan bergerak dengan kecepatan
cahaya, bisa diduga apa yang akan terjadi. Badan kita mungkin akan
tercerai berai karena ikatan antar molekul dan atom bisa terlepas.
Jawaban yang paling mungkin untuk pertanyaan itu adalah tubuh kita
diubah susunan materinya menjadi cahaya. Bagaimanakah hal itu mungkin
terjadi ? Teori yang memungkinkan adalah teori Annihilasi. Teori ini
mengatakan bahwa setiap materi (zat) memiliki anti materinya. Dan jika
materi direaksikan dengan anti materinya, maka kedua partikel tersebut
bisa lenyap berubah menjadi seberkas cahaya atau sinar gamma.
Hal ini telah dibuktikan di laboratorium nuklir bahwa jika partikel
proton direaksikan dengan antiproton, atau elektron dengan positron
(anti elektron), maka kedua pasangan tersebut akan lenyap dan
memunculkan dua buah sinar gamma, dengan energi masing-masing 0,511 MeV
(Mega Electron Volt) untuk pasangan partikel elektron, dan 938 MeV untuk
pasangan partikel proton.
Sebaliknya apabila ada dua buah berkas sinar gamma dengan energi
sebesar tersebut di atas dilewatkan melalui medan inti atom, maka
tiba-tiba sinar tersebut lenyap berubah menjadi 2 buah pasangan partikel
tersebut di atas. Hal ini menunjukkan bahwa materi bisa dirubah menjadi
cahaya dengan cara tertentu yang disebut annihilasi dan sebaliknya.
alam semesta ini diciptakan berpasang-pasangan. secara umum alam
terbentuk atas materi dan energi. bisa dikatakan materi adalah bentuk
energi yang termampatkan. sebagaimana konsep kesetaraan massa dan energi
yang dirumuskan oleh Einstein, bahwa materi dalam kondisi tertentu
dapat berubah menjadi energi, dan sebaliknya energi dapat berubah
menjadi materi. setiap objek berwujud yang ada dalam alam semesta ini,
pada dasarnya tersusun atas materi2 submikroskopik yang kita kenal
dengan istilah atom, proton dan neutron serta dikelilingi elektron.
Pasangan materi adalah anti materi. materi adalah objek bermassa
positif sedangkan antimateri atau antipartikel aldalah objek bermassa
negatif. materi dan energi bukan berpasangan, walaupun keduanya bisa
saling menjelma. materi jika bertemu dengan antimateri dalam kondisi
tertentu akan menjelma menjadi foton (annihilasi). foton tidak memiliki
massa namun memiliki energi dan momentum.
annihilasi atau proses pemusnahan terjadi ketika massa antimateri
menghapus massa materi, sehingga keduanya lenyap dan menjelma menjadi 2
foton gamma dengan massa yang bernilai nol. sebaliknya, proses
penciptaan (creation), jika foton berada pada medan tertentu, maka foton
akan berproses menjadi materi. proses ini bisa berlangsung
berulang-ulang seperti siklus
Jika dihitung jarak Bumi dan Bulan sekitar 450.000 km ditempuh dengan
kecepatan cahaya, maka hanya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 detik dalam
ukuran waktu kita di bumi. Sesampainya di Bulan tubuh kita kembali
menjadi materi. Peristiwa ini mungkin lebih dikenal seperti teleportasi
dalam teori fisika kwantum atau ilmu pindah sekejap dalam supranatural.
Yang perlu dipahami adalah perjalanan antar dimensi bukanlah
perjalanan berjarak jauh atau pengembaraan angkasa luar, melainkan
perjalanan menembus batas dimensi
sumber : www.dumalana.com
Senin, 26 November 2012
Jin ala Fisika
Penyelidik yang juga Dekan Fakultas Sains
Warna Universal, Universitas Perobatan Antarbangsa Sri Langka; Prof Dr Sir
Norhisham Wahab, mengatakan bahwa hantu dan jin tidak memiliki unsur jasad
menyebakan mereka tidak dapat dilihat, tetapi kewujudan mereka dapat dibuktikan
dengan ilmu sains fisika quantum dan bisa dideteksi dengan teknologi gelombang.
“Hantu dan jin wujud secara tidak nyata kerana tidak terikat kepada jisim, gravitasi bumi serta bebas daripada ikatan karbon, molekul dan atom. Berbeda ngan manusia yang terbentuk daripada partikel atom atau unsur yang menyusun semua benda.
“Hantu dan jin wujud secara tidak nyata kerana tidak terikat kepada jisim, gravitasi bumi serta bebas daripada ikatan karbon, molekul dan atom. Berbeda ngan manusia yang terbentuk daripada partikel atom atau unsur yang menyusun semua benda.
“Hantu dan jin bagaimanapun termasuk dalam ghaib nisbi dan bisa diukur dg menggunakan gelombang bunyi dan gema,” kata Prof Dr Sir Norhisham Wahab yang mendalami kajian dalam bidang ini selama sembilan tahun.
Katanya, apabila kajian sudah memahami bagaimana unsur hantu dan jin dari sudut fisik, usaha terpenting yaitu membantu manusia menghindari gangguan jin dan hantu dapat dilakukan pembuatan penawar dan pemulihan menggunakan teknologi
Dr Norhisham berkata, jin dan hantu terdiri daripada unsur gelombang, mereka dapat menguasai ruang dan waktu didalam tubuh manusia yang mampu memberi/menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan hingga ke tahap mental.
Beliau berkata, untuk merawat gangguan jin dan hantu, kaedah pemulihannya adalah dengan mengambil kembali ruang dan waktu pada tubuh atau organ manusia yang diresap jin atau hantu.
Usaha memancarkan gelombang untuk merawat gangguan makhluk halus juga sebenarnya tidaklah sesukar seperti yg kita bayangkan, tidak perlu peralatan menyerupai senjata, mesin yang besar sebaliknya gelombang bisa ditangkap dalam medium seperti air dan unsur yg sesuai.
“Kami menciptakan alat radionik yaitu teknologi yg merekam 99 frekuensi gelombang berdasarkan 99 getaran tenaga atom di dalam sukros dan pesakit hanya perlu memakan pil itu secara berterusan untuk memancarkan gelombang ke dalam tubuh,” katanya.
Sesuatu yang menarik adalah teori drakula akan terbakar jika terkena cahaya matahari adalah benar. Hantu memiliki gelombang tidak seimbang, dan cahaya matahari berfungsi menyeimbangkan gelombang alam. Apabila gelombang tidak seimbang terkena cahaya matahari, ia akan musnah karena gelombangnya menjadi seimbang dan hantu itu akan terbakar.
“Besi mampu memerangkap gelombang buruk/negatif dan hantu tidak menyukai medan listrik, jadi konsep hantu ditembak dengan alat listrik untuk diciderakan dan disimpan dalam kotak besi seperti filem Ghostbuster adalah benar.
“Begitu juga dg amalan meletakkan gunting besi dekat mayat kerana besi mampu menangkap atau menarik muatan listrik positif pd seseorang apabila seseorang itu meninggal dunia.
“Cermin mampu menyerap cahaya termasuk gelombang elektromagnetik yang memiliki kesan radiasi yang bisa mengganggu gelombang hantu dan jin. Perkara2 seperti ini bukan kurafat tetapi kita perlu memahami konsepnya,” katanya.
Suatu fakta ironis adalah kebanyakan manusia takut hantu walaupun pd hakikatnya, hantu juga takut berhadapan dengan manusia karena penglihatan manusia memiliki foton cahaya yang cenderung mengeluarkan atau memancarkan elektron untuk membentuk ion positif.
“Hantu juga terbentuk dari ion positif dan apabila ion positif bertemu dengan ion positif dalam kesatuan tenaga elektrik, ia mampu menciderakan atau menghindarkan mereka,” katanya.
Ilusi Optik
Ilusi optis adalah ilusi yang terjadi karena kesalahan
penangkapan mata manusia. Ada anggapan konvensional bahwa ada ilusi yang
bersifat fisiologis dan ada ilusi yang bersifat kognitif.
- Ilusi fisiologis
Ilusi fisiologis, seperti yang terjadi pada afterimages atau
kesan gambar yang terjadi setelah melihat cahaya yang sangat terang atau
melihat pola gambar tertentu dalam waktu lama. Ini diduga merupakan
efek yang terjadi pada mata atau otak setelah mendapat rangsangan
tertentu secara berlebihan.
- Ilusi kognitif
Ilusi kognitif diasumsikan terjadi karena anggapan pikiran terhadap
sesuatu di luar. Pada umumnya ilusi kognitif dibagi menjadi ilusi
ambigu, ilusi distorsi, ilusi paradoks dan ilusi fiksional.
- Pada ilusi ambigu, gambar atau objek bisa ditafsirkan secara berlainan. Contohnya adalah: kubus Necker dan vas Rubin.
- Pada ilusi distorsi, terdapat distorsi ukuran, panjang atau sifat kurva (lurus lengkung). Contohnya adalah: ilusi dinding kafe dan ilusi Mueller -Lyer.
- Ilusi paradoks disebabkan karena objek yang paradoksikal atau tidak mungkin, misalnya pada segitiga Penrose atau 'tangga yang mustahil', seperti misalnya terlihat pada karya seni grafis M C Escher, berjudul "Naik dan Turun" serta "Air Terjun".
- Ilusi fiksional didefinisikan sebagai persepsi terhadap objek yang sama sekali berbeda bagi seseorang tapi bukan bagi orang lain, seperti disebabkan karena schizoprenia atau halusinogen. Ini lebih tepatnya disebut dengan halusinasi.
Lihat gambar berikut dengan seksama, menurut anda apakah warna kota A
dan B sama? Ulangi dan periksa dengan benar apakah mata anda memberikan
informasi yang benar atau tidak.
Jika mata anda melihat warna kotak A dan B sama, luar biasa.. mata super
mungkin. Tetapi jika anda melihat atau meyakini bahwa warna kota A dan B
berbeda, maka itu adalah sebuah kesalahan (dapat dikatakan mata kita
tertipu). Warna kotak A dan B adalah sama, jika tidak percaya silahkan
dicek dengan software, di cetak atau ditest dengan apa saja. Atau lebih
mudahnya cek animasi gambar berikut:
Dari ilusi diatas, warna kotak A dan B terlihat berbeda, yang satu
terlihat agak gelap dan satunya terang mendekati putih. Pada
kenyataannya blok A dab B warnanya sama, tetapi otak mengubah asumsi
warna ini karena interpretasi global dari gambar-gambar disampingnya.
Termasuk juga warna kotak B tersebut sama dengan warna-warna abu-abu
yang ada di luar bayangan benda, tidak hanya kotak A.
Ilusi
tersebut terkenal dengan sebutan ilusi warna sama (same color illusion)
yang ditemukan oleh Edward H.Adelson dari Massachusetts Institute of
Technology (MIT) pada tahun 1995.
sumber : wikipedia, www.ebsoft.web.id ,
Sabtu, 24 November 2012
Partikel Tuhan?
mengapa partikel ini didefinisikan sebagai partikel Tuhan?
Menurut beberapa
referensi , pada awalnya partikel ini ditemukan oleh
Peter Higgs, 48 tahun silam. istilah yang mengelitik itu. Istilah
“partikel Tuhan” dikenal sejak 1993, dari buku yang berjudul “The God Particle: If the Universe is the Answer, What is the Question?” karya penerima Nobel bidang Fisika, Leon M. Lederman.
Higgs menceritakan, awalnya sang penulis memberi nama partikel itu “Goddamn particle” alias “partikel terkutuk”, saking sulitnya untuk ditemukan. Namun, editor tak berkenan, dan mengubahnya menjadi “God particle”
alias “partikel Tuhan”. “Istilah itu tidak digunakan para fisikawan,
namun menarik bagi umum,” kata Higgs.Tapi gara-gara istilah itu,
proyek pencarian partikel yang memakan dana besar mendapat perhatian
dunia. Istilah “partikel Tuhan” terdengar lebih seksi, dan menggelitik
dari pada “Higgs boson”.
Dengan nama partikel
Tuhan inilah para peneliti diseluruh dunia merasa tertantang dan
berlomba-lomba menemukan partikel yang dianggap sebagai kunci dari
pembentukan alam semesta ini. Sebagaimana dikutif Daily News bahkan
pencarian partikel ini telah melibatkan 3000 ilmuan dari 40 negara di
bawah sebuah lembaga Organisasi Penelitian Nuklir Eropa (CERN) yang
berkantor di Jenewa Swiss.
yang pada akhirnya 4
Juli 2012 lalu kantor Center For Nuclear Research (CERN) secara resmi
mengumumkan penemuan partikel barunya yang memiliki masa sekitar
125-126 gigaelectronovolts (GeV). itu artinya sekitar 130 kali lebih
berat dari proton yang menjadi inti dari setiap atom. Penelitian itu
memakai Large Hadron Collider (LHC), pemercepat partikel sepanjang 27
kilometer, terkubur di bawah tanah di perbatasan Prancis dan Swiss.
Dibangun dengan dana US$10,5 miliar, alat itu dipakai untuk
menciptakan kembali kondisi setelah Big Bang, ledakan mahabesar, yang
diduga sebagai awal penciptaan alam semesta.
Rahasia penciptaan
Higgs boson adalah keping terakhir dari puzzle
untuk melengkapi Model Standar Partikel Elementer, salah satu teori
yang paling sukses untuk menjelaskan bagaimana partikel dasar
berinteraksi dengan gaya-gaya fundamental. Sekaligus memahami asal usul
alam semesta, bagaimana ia berkembang, dan bagaimana manusia ada
hingga saat ini.
Untuk memahami Model
Standar, kita harus mengetahui fisika didasarkan pada konsep empat
gaya di alam: elektromagnetik, gaya kuat, gaya lemah, dan gravitasi.
Bersandar pada hukum
distribusi statistik kuantum Bose-Einstein, hasil kolaborasi
fisikawan India, Satyendra Bose dan Albert Einstein, Peter Higgs pada
1960-an mencetuskan teori yang menuntut adanya partikel subatom dari
suatu medan (field) yang memberikan massa ke partikel dasar – yang
kelak disebut Higgs boson.
Begini cara kerjanya: partikel tak bermassa seperti foton memang tidak berinteraksi dengan medan Higgs, tetapi
partikel lain semacam elektron dan quark berinteraksi dengan medan
itu menghasilkan massa sesuai sifat interaksinya. Semakin besar
interaksi partikel, makin besar massanya.
Dari mana muncul
nama Higgs boson? Medan Higgs ini terdiri dari kuanta partikel
berjenis boson – itu sebabnya dinamai Higgs boson, yang memiliki ciri,
massanya diprediksi berada diatas 100 Giga eV atau lebih dari 100
kali massa proton.
Lucunya, saat mengirimkan makalah berisi hipotesanya ke jurnal Physics
Letters tahun 1964 silam, Higgs sama sekali tak menyebut soal
partikel itu. Akibatnya, para editor jurnal yang notabene fisikawan
ternama menolaknya.
Kemudian Peter Higgs
menambahkan paragraf kecil tentang partikel yang dimaksud, karena
terlanjur sakit hati, ia mengirimkan revisi makalahnya itu ke jurnal
saingan, Physical Review Letters, yang menerimanya senang hati.
Sebagai fisikawan pertama yang menyebutnya, partikel itu menyandang
namanya.
Lalu apa hubungannya dengan pembentukan alam semesta?
Pada 13,7 miliar
tahun lalu, sesaat setelah dentuman terjadi (Big Bang), semesta yang
panas terisi oleh hamparan partikel. Tanpa kehadiran Higgs boson, maka
quarks tidak akan terkombinasi membentuk proton atau neutron.
Kemudian, proton dan neutron pun tak akan terkombinasi dengan
elektron membentuk atom. Tanpa atom, maka molekul dan materi pun
tidak akan terbentuk. Atau dengan kata lain: tak ada galaksi, tak ada
bintang, tak ada planet, tak ada kehidupan di muka Bumi.
Michael Tuts,
Profesor Fisika dari Columbia University yang terlibat dalam
penelitian tim ATLAS mengatakan, masih perlu sejumlah pembuktian untuk
menyatakan bahwa itu adalah Higgs boson. Kendati demikian, partikel
berat itu dinyatakan memiliki karakteristik “partikel Tuhan”.
Begitulah
partikel ini di jelaskan dari mulai mengapa dinamakan patikel tuhan
dan bagaimana cara kerja partikel ini hingga didefinisikan sebagai
partikel tuhan, yang pasti penemuan ini merupakan penemuan yang luar
biasa yang lahir dari ribuan tangan Ilmuan yang mungkin harus dan patut
kita pelajari juga, adapun terkait dengan namanya sebagai partikel
Tuhan, di awal sudah dijelaskan bahwa itu tidak terkait dengan zat
Tuhan, bahkan Higgs sebagai pencetus nama Partikel
Tuhan ini pun mengaku tak suka dengan istilah “partikel Tuhan”.
Sebab, “bisa menyinggung perasaan orang beragama, walau dia sendiri
adalah sebagai seorang ateis.”
Wallahu a'lam
kredit : http://teknologi.kompasiana.com
Selasa, 20 November 2012
Akibat Rotasi Bumi
Bumi kita berputar pada porosnya, semua orang tahu itu. Tetapi kebanyakan dari kita mengetahui rotasi bumi dari pelajaran di sekolah. Sejak dilahirkan kita sudah terbiasa hidup dengan putaran bumi ini, sehingga kita sama sekali tidak merasakan gerakannya. Padahal jika dihitung, laju gerak kita akibat rotasi bumi ini sangat besar. Satu kali putaran ditempuh dalam 24 jam, sedangkan ruji bumi di khatulistiwa besarnya 6375 km, laju linier di permukaan bumi sama dengan 463 meter per detik, sudah melampaui besar kecepatan suara di udara ! Laju suara di udara hanya 350 meter per detik. Jadi kita ini setiap saat dibawa permukaan bumi bergerak dengan laju empat per tiga kali kecepatan suara !
Akibat langsung rotasi bumi yang kita rasakan hanyalah perubahan siang dan malam. Matahari terbit dari timur dan tenggelam di sebelah barat, karena bumi berputar dari barat ke timur, atau berlawanan dengan arah jarum jam jika dilihat dari atas kutub utara bumi. Akibat langsung inipun dulu tidak disadari sebagai akibat rotasi bumi, tetapi diyakini sebagai akibat matahari mengitari bumi. Suatu keyakinan egosentris manusia yang
ternyata keliru. Dalam tulisan ini kita akan meninjau akibat rotasi bumi secara lebih luas. Salah satu akibat rotasi bumi adalah gaya semu.
ternyata keliru. Dalam tulisan ini kita akan meninjau akibat rotasi bumi secara lebih luas. Salah satu akibat rotasi bumi adalah gaya semu.
Untuk memahami apa itu gaya semu, kita tinjau sebuah sistem yang dipercepat lurus seperti sebuah gerbong kereta api yang sedang dipercepat. Saat itu orang-orang yang berada di dalam gerbong seakan-akan didorong oleh sebuah gaya (P') ke belakang sehingga punggungnya menekan sandaran kursi. Gaya ini tentu saja tidak ada, tetapi dirasakan keberadaannya oleh orang-orang di dalam gerbong. Yang menekan sebetulnya adalah sandaran kursi, sandaran kursi menekan punggung penumpang (dengan gaya P) agar tubuh penumpang itu dapat bergerak dengan percepatan yang sama dengan percepatan gerbong. sifat egosentris manusia membuat penumpang itu selalu menganggap sistemnya tidak dipercepat, maka kesimpulan yang masuk akal baginya adalah gaya dorong ke belakang tadi. Gaya yang diciptakan oleh orang yang berada dalam sistem non-inersial dengan tujuan agar hukum mekanika berlaku sesuai dengan pengamatannya disebut gaya semu, sebuah gaya yang dirasakan keberadaannya akibat watak egosentris manusia.
Sistem yang berputar mengalami percepatan sentripetal, percepatan yang mengubah arah kecepatan. Jadi sistem yang berputar juga merupakan sistem non-inersial. Gaya semu yang populer dalam sistem yang berputar adalah gaya sentrifugal, gaya semu yang dirasakan mendorong secara radial keluar. Memang merupakan suatu kenyataan bahwa pada saat kita memutar sebuah benda dengan tali secara horisontal, tangan kita terasa ditarik oleh benda itu. Secara salah kita mengatakan ada gaya sentrifugal yang menarik tangan kita. Padahal gaya-gaya yang ada pada peristiwa ini adalah gaya ΤΤ dan ΤΤ′′, pasangan gaya interaksi antara tali dan benda, serta ΤΤ" dan ΤΤ"′′, pasangan gaya interaksi antara tali dan tangan. Tentu saja juga ada gaya berat benda (w) beserta gaya normal bidangnya (N).
Gaya yang bekerja pada benda pada arah radial hanyalah T, gaya inilah yang berfungsi sebagai gaya sentripetal, gaya yang memberikan percepatan sentripetal yang memungkinkan berubahnya arah kecepatan benda. Talinya sendiri akan mengalami sepasang gaya tarik di kedua ujungnya, yaitu T′′ dan T" yang besarnya sama jika massa tali dapat diabaikan. T yang bekerja pada tangan adalah hasil interaksi tangan dengan tali, gaya inilah yang kita rasakan sebagai gaya tarik oleh benda. Jadi tidak ada gaya yang arahnya radial keluar pada benda, yakni gaya sentrifugal, yang menarik tangan kita. Tangan kita tertarik oleh T"′′ adalah konsekuensi logis pemberian gaya T pada benda melalui hukum interaksi, yaitu hukum Newton ke tiga. Jika kita kemudian juga berputar mengikuti putaran benda itu dan menganggap diri kita beserta benda iti dalam keadaan diam (lingkungan yang kita anggap sedang berputar), tangan kita ditarik tali oleh T"′′ menuju benda. Disepanjang tali tetap bekerja gaya-gaya T" dan T', sehingga benda tetap ditarik tali dengan gaya tegangan tali T. Jika kita berhenti sampai di sini kita akan bingung, karena kenyataannya benda itu dapat berada dalam keadaan diam dengan sebuah gaya tunggal pada rah sepanjang tali, hukum Newton tidak berlaku ! Mestinya dengan adanya gaya T saja benda itu tentu bergerak mendekati tangan kita. Nah, agar hukum Newton masih berlaku dalam pengamatan ini kita lantas menyimpulkan bahwa pada benda itu pasti bekerja pula gaya yang arahnya berlawanan dengan T dan besarnya sama dengan T. Setelah mengetahui bahwa kita dan benda itu sedang melakukan putaran, kita mengklaim gaya misterius itu sebagai akibat dari gerak putaran dan kita beri nama gaya sentrifugal.
Jadi jelaslah sudah, gaya sejati pada benda hanyalah gaya tegangan tali T yang berfungsi sebagai gaya sentripetal, dialah yang menyebabkan terjadinya putaran. sedangkan gaya semunya adalah gaya sentrifugal yang diklaim sebagai akibat dari gerak putarnya.
Jadi jelaslah sudah, gaya sejati pada benda hanyalah gaya tegangan tali T yang berfungsi sebagai gaya sentripetal, dialah yang menyebabkan terjadinya putaran. sedangkan gaya semunya adalah gaya sentrifugal yang diklaim sebagai akibat dari gerak putarnya.
sumber : Sugata Pikatan
Langganan:
Komentar (Atom)